Manny Pacquiao sempat berada dalam salah satu fase terbaik di akhir karier profesionalnya sebelum mengalami kekalahan mengejutkan. Ia tampil meyakinkan saat mengalahkan Adrien Broner dan Keith Thurman dalam pertarungan kelas welter yang penuh gengsi.
Kemenangan tersebut membuat Pacquiao tetap dipandang sebagai salah satu petinju elite dunia meski usianya tidak lagi muda. Ia masih mampu bersaing dengan petinju yang jauh lebih muda dan mempertahankan reputasinya sebagai legenda hidup tinju.
Namun, setelah kemenangan atas Thurman, Pacquiao memilih jeda panjang dari dunia tinju. Ia tidak naik ring selama lebih dari dua tahun, dan masa istirahat ini kemudian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya saat kembali bertarung.
Kembalinya Pacquiao yang Berakhir dengan Kekalahan
Saat kembali ke ring, Pacquiao langsung menghadapi Yordenis Ugas dalam pertarungan perebutan gelar. Laga ini menjadi ujian berat karena Ugas dikenal sebagai petinju yang kuat, disiplin, dan memiliki gaya bertarung yang sulit ditebak.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Dalam pertarungan tersebut, Pacquiao tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya. Ia harus mengakui keunggulan Ugas melalui keputusan angka mutlak setelah duel berlangsung cukup ketat namun berat sebelah.
Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam karier panjang Pacquiao. Banyak penggemar dan pengamat menilai bahwa ia tidak berada dalam kondisi ideal untuk bertarung di level tertinggi setelah absen lama dari kompetisi.
Baca Juga:Â Ducati Masih Optimis Mengejar Gelar Juara MotoGP
Kesalahan Kecil dalam Persiapan yang Berdampak Besar
Dalam wawancara terbarunya, Pacquiao akhirnya mengungkap penyebab utama penurunan performanya saat melawan Ugas. Ia menjelaskan bahwa ada perubahan dalam rutinitas persiapan yang tidak biasa ia lakukan sebelumnya.
Salah satu hal yang ia soroti adalah penggunaan alat pijat sebelum pertandingan. Menurutnya, ini adalah metode yang tidak pernah ia gunakan dalam persiapan pertarungan sebelumnya sepanjang karier profesionalnya.
Akibatnya, Pacquiao mengalami kram di kedua kaki saat laga berlangsung. Kondisi tersebut sangat mengganggu mobilitasnya, padahal kecepatan dan pergerakan adalah senjata utama dalam gaya bertarungnya.
Dampak Panjang dan Babak Baru dalam Kariernya
Kekalahan dari Ugas menjadi titik balik besar dalam perjalanan karier Manny Pacquiao. Setelah pertarungan tersebut, ia memutuskan untuk pensiun dari tinju profesional dan fokus pada kehidupan di luar ring.
Meski demikian, Pacquiao masih beberapa kali kembali tampil dalam laga ekshibisi. Ia bahkan sempat bertarung pada 2025 dan bermain imbang melawan Mario Barrios, yang menunjukkan bahwa ia masih memiliki kemampuan bertarung.
Kini, namanya kembali dikaitkan dengan kemungkinan duel ulang melawan Floyd Mayweather. Jika benar terjadi, laga ini akan menjadi babak baru yang sangat dinantikan dalam sejarah tinju modern dan rivalitas legendaris mereka. Ikuti terus perkembangan informasi sepak bola menarik yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di sportsinfotv.com.