Ben Whittaker memasuki fase baru kariernya dengan keyakinan besar, meski banyak yang menyebut pertarungannya melawan Benjamin Gavazi sebagai momen kedatangannya yang kedua. Antusiasme terlihat jelas dari cara ia berbicara tentang masa depannya, terutama setelah masa-masa penuh gejolak dalam 12 bulan terakhir. Perpindahan ke Irlandia dan bergabung dengan Matchroom menjadi langkah yang kembali membangkitkan energinya.

Whittaker dikenal sebagai petinju dengan gaya licin dan penuh keterampilan serta memiliki kepribadian flamboyan yang kerap menimbulkan kontroversi. Sikap eksentriknya memang tidak selalu disukai semua orang, tetapi ia sadar bahwa upaya menyenangkan semua pihak tidak akan membawanya ke mana-mana. Bagi Whittaker, yang terpenting adalah tampil maksimal di atas ring.
Setelah sebelumnya menolak tawaran Eddie Hearn usai Olimpiade Tokyo, keadaan berubah ketika kerja sama Boxxer dan Sky Sports berakhir. Kini ia resmi bergabung dengan Matchroom, dan momen penandatanganan kontraknya bahkan menjadi viral lewat adegan parodi “show me the money” ala Jerry Maguire.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Fokus Aktivitas dan Kesempatan Lebih Besar
Ben Whittaker menegaskan bahwa daya tarik terbesar Matchroom adalah kesempatan bertarung lebih sering. Ia menilai promotor sebelumnya tidak mampu memberikan frekuensi pertandingan yang dibutuhkannya untuk berkembang. Dengan rencana tampil tiga hingga empat kali dalam setahun, ia merasa kariernya kini bergerak ke arah yang lebih jelas.
Menurutnya, yang terpenting bukan posisi dalam susunan acara—apakah sebagai undercard atau headliner—tetapi kesempatan untuk tetap aktif. Aktivitas bertarung merupakan kunci untuk menjaga performanya tetap tajam dan bersaing di level tertinggi. Whittaker ingin memastikan bahwa setiap langkahnya membuka jalan menuju perebutan gelar.
Eddie Hearn berambisi membawa Whittaker bersinar di Amerika Serikat. Gaya bertarungnya yang ekspresif dinilai cocok untuk pasar Amerika yang menyukai sosok karismatik dan atraktif. Meski begitu, Whittaker tetap menegaskan kecintaannya pada penonton Inggris yang menurutnya “terbaik di dunia.”
Baca Juga: Vergil Ortiz Jr. Petinju Paling Dihindari, Tapi Erickson Lubin Meladeni!
Fans Global dan Tekad Bangkit

Menariknya, Whittaker juga memiliki basis penggemar kuat di luar Inggris maupun AS. Ia mengungkapkan bahwa penggemar dari Jepang dan Brasil sangat antusias mengikuti perjalanannya. Dengan jaringan Matchroom yang luas, ia yakin akan mendapatkan kesempatan tampil di berbagai negara yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
Perjalanannya tidak selalu mulus. Ia dihujani kritik setelah hasil imbang melawan Liam Cameron pada 2024, ketika cedera membuatnya tidak bisa melanjutkan pertarungan. Kemenangan KO dalam laga ulang memang memulihkan reputasinya, tetapi perdebatan soal selebrasinya tetap memicu perhatian publik. Untungnya, pelatih Andy Lee memberikan dukungan penuh, memuji ketangguhan mental Whittaker.
Lee menilai bahwa tidak banyak petinju yang mampu bangkit dari tekanan sebesar yang dialami Whittaker. Baginya, muridnya itu menunjukkan karakter seorang juara, bahkan ketika disalahpahami. Dukungan pelatih menjadi fondasi kuat bagi Whittaker untuk melangkah lebih jauh.
Tekad Mengejar Gelar dan Tontonan yang Selalu Menarik
Di usia 28 tahun, Whittaker menyadari waktu tidak boleh terbuang jika ingin mengejar gelar dunia di kelas berat ringan. Divisi tersebut penuh peluang sekaligus tantangan, tetapi ia yakin dengan langkah cepat kariernya kini. Target gelar tidak hanya ada di Inggris, tetapi juga di panggung internasional.
Bersama Andy Lee dan Matchroom, Whittaker berharap perpaduan pengalaman, promosi besar, dan dedikasi akan membuka jalan menuju puncak. Pertarungan melawan Gavazi menjadi ujian penting untuk menunjukkan bahwa ia benar-benar berada dalam jalur kebangkitan. Dengan kalender pertandingan yang lebih padat, ia optimistis dapat segera mencapai level yang diinginkan.
Suka atau tidak suka, Whittaker tetap menjadi sosok yang selalu mencuri perhatian. Perpaduan gaya bertarung, kepribadian flamboyan, dan keberaniannya menghadapi kritik membuatnya menjadi tontonan menarik. Ia mungkin tidak bisa menyenangkan semua orang, tetapi justru itu yang membuatnya berbeda dan layak diperhitungkan di dunia tinju. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga lainnya hanya di sportsinfotv.com.
