Ducati Nilai Marquez Sulit Dominasi MotoGP 2026 Setelah Lihat Aprilia

Bagikan

Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa Marc Marquez menyadari bahwa menjuarai MotoGP 2026 akan jauh lebih sulit dari sebelumnya. Persaingan semakin ketat dengan kehadiran Aprilia yang tampil impresif sejak awal musim. Tardozzi menyebut bahwa Marquez sudah melihat sendiri betapa sulitnya meraih kemenangan tiap akhir pekan.

Ducati Nilai Marquez Sulit Dominasi MotoGP 2026 Setelah Lihat Aprilia
Usai mengunci gelar dunia MotoGP 2025, Marquez sempat absen lima seri karena cedera bahu. Ekspektasi tinggi dari tim Ducati untuk kembali dominan di seri Thailand 2026 ternyata tidak tercapai. Marquez harus menghadapi kendala teknis dan insiden di lintasan yang menghambat performanya.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Marquez bahkan dijatuhi penalti mundur di balapan Sprint, yang membuat Pedro Acosta dari KTM meraih kemenangan. Di balapan utama Grand Prix, ia gagal finis akibat masalah ban, sehingga Marco Bezzecchi dari Aprilia berhasil menang. Hal ini membuat Marquez dan Ducati harus mengevaluasi strategi mereka lebih serius untuk menghadapi musim ini.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Percaya Diri Meski Podium Tertunda

Meski gagal meraih kemenangan, Marquez tetap menunjukkan kepercayaannya pada tim Ducati dan CEO Ducati Corse, Gigi Dall’Igna. Menurut Tardozzi, pembalap Spanyol itu kecewa karena semestinya bisa finis di posisi podium, minimal menempati peringkat ketiga.

Ducati juga mencatatkan fakta baru di Buriram, di mana untuk pertama kalinya dalam 88 balapan beruntun, tidak ada satu pun rider mereka yang berhasil naik podium. Hal ini menjadi pengingat bagi tim bahwa persaingan musim ini lebih ketat dan hasil instan sulit dicapai.

Namun, Marquez tetap optimis dan percaya bahwa kondisi fisiknya, khususnya cedera bahu, akan membaik dalam beberapa pekan ke depan. Dengan perbaikan motor dan dukungan tim, Tardozzi yakin Marquez bisa kembali kompetitif di seri-seri mendatang.

Baca Juga: Asisten Ruben Amorim Sebut Ide-Ide di Manchester United Tidak Terealisasi

Performa Aprilia Membuat Ducati Waspada

Jesse Rodriguez Siap Hadapi Takuma Inoue di Kelas Bantam
Sementara Ducati mengalami kesulitan, Aprilia justru tampil konsisten. Meski Marco Bezzecchi jatuh di Sprint, rider lain seperti Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura menunjukkan performa luar biasa. Mereka mampu bersaing ketat dan mendominasi lima besar di balapan Grand Prix.

Tardozzi pun memberi pujian khusus untuk Aprilia. Ia mengakui bahwa tim Italia itu berhasil mengembangkan motor dengan baik, sehingga setiap pembalapnya tampil cepat dan stabil. Keunggulan ini menjadi sinyal bagi Ducati untuk lebih bekerja keras dalam pengembangan teknis.

Menurut Tardozzi, motor Aprilia kini terasa berbeda dibandingkan saat tes awal, menunjukkan inovasi yang sulit diprediksi. Ducati pun harus belajar dari hal ini agar dapat mengejar kecepatan dan strategi kompetitor di sisa musim.

Fokus Ducati Menatap Seri Berikutnya

Ducati kini menyiapkan strategi lebih matang untuk menghadapi seri-seri selanjutnya. Tardozzi menekankan pentingnya konsistensi, perbaikan motor, dan kesiapan fisik Marquez agar tim tetap berada dalam perburuan gelar.

Selain fokus pada Marquez, Ducati juga mengevaluasi performa semua ridernya dan interaksi dengan insinyur. Tim berharap pembelajaran dari seri Thailand akan membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan berat di lintasan internasional berikutnya.

Meski awal musim tidak berjalan mulus, Ducati tetap optimis. Dengan kombinasi pengalaman Marquez, dukungan teknis, dan evaluasi terhadap persaingan ketat Aprilia, tim ini yakin bisa kembali bersaing memperebutkan podium dan kemenangan di sisa musim MotoGP 2026. Simak dan ikuti terus informasi olahraga terbaru secara lengkap hanya di sportsinfotv.com.