Jepang Siap Balas Dendam di Piala Asia Wanita

Bagikan

Tim nasional Jepang, Nadeshiko, bersiap menghadapi Piala Asia Wanita 2026 dengan tekad untuk merebut kembali gelar juara. Sebagai satu-satunya tim Asia yang pernah menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA, ekspektasi selalu tinggi. Dalam 15 edisi Piala Asia sebelumnya, mereka tidak pernah absen dari babak semifinal dan meraih gelar pada 2014 dan 2018. Namun, kegagalan mencapai final pada 2022 karena adu penalti menjadi dorongan utama bagi tim untuk menebus kesalahan dan kembali ke puncak.

Jepang-Siap-Balas-Dendam-di-Piala-Asia-Wanita

Setelah tersingkir di semifinal oleh China, Jepang kini menyiapkan skuad yang lebih kuat, memadukan pemain senior berpengalaman seperti Mana Iwabuchi dan Saki Kumagai dengan talenta muda yang sedang naik daun, termasuk Fuka Nagano dan Hinata Miyazawa. Kombinasi ini diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda, menjadikan Nadeshiko tim yang sulit ditaklukkan.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Persiapan intensif sebelum turnamen dimulai pada 1 Maret diharapkan memperkuat mental tim. Fokus utama mereka adalah memperbaiki performa di laga-laga krusial, terutama menghadapi lawan-lawan kuat yang juga menargetkan gelar juara.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Skuad Berbasis di Eropa dan Talenta Baru

Salah satu perubahan signifikan sejak 2022 adalah meningkatnya jumlah pemain Jepang yang berkarier di Eropa. Dari 23 pemain pada 2022, hanya lima yang bermain di luar negeri. Kini, empat dari 26 pemain skuad 2026 bermain di klub-klub Eropa, termasuk Nagano di Liverpool dan Miyazawa di Manchester United. Kehadiran mereka di kompetisi Eropa meningkatkan pengalaman internasional yang dapat dimanfaatkan tim.

Selain itu, pemain seperti Yui Hasegawa dari Manchester City dan Kiko Seike, yang bersinar di Brighton & Hove Albion, menjadi kekuatan tambahan. Generasi muda juga menunjukkan potensi besar, seperti Maika Hamano di Chelsea, Aoba Fujino di Manchester City, dan Toko Koga dari Tottenham Hotspur. Keberhasilan mereka di level klub Eropa menjadi modal berharga bagi Jepang untuk menguasai Piala Asia.

Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat, Nadeshiko memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan fleksibilitas strategi dan opsi rotasi pemain saat menghadapi turnamen yang padat.

Baca Juga: Phil Parkinson Dukung Perluasan Playoff Championship, Sebut Kualitasnya Setara Premier League

Pelatih Asing dan Strategi Baru

Pelatih-Asing-dan-Strategi-Baru

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jepang dipimpin oleh pelatih asing, Nils Nielsen dari Denmark. Nielsen sebelumnya pernah bekerja dengan beberapa pemain Jepang di Manchester City dan kini membawa pendekatan baru serta perspektif internasional. Ia menekankan bahwa menjadi favorit tidak menjamin kemenangan, tetapi dengan strategi yang tepat, Nadeshiko memiliki peluang besar.

Nielsen menekankan pentingnya kerja sama tim, disiplin, dan kesiapan menghadapi tekanan turnamen. Pengalaman internasionalnya di Eropa akan membantu Jepang menyesuaikan taktik melawan lawan-lawan tangguh di Piala Asia, sambil tetap mempertahankan identitas permainan khas Nadeshiko.

Kehadiran Nielsen memberi Jepang keuntungan dalam hal manajemen pertandingan, persiapan mental, dan pendekatan taktik yang modern, memastikan tim siap menghadapi setiap skenario di lapangan.

Ambisi dan Tekad Jepang

Jepang memasuki Piala Asia Wanita 2026 dengan misi jelas: merebut kembali gelar juara yang hilang pada 2022. Skuad yang seimbang, pengalaman di Eropa, dan kepemimpinan Nielsen menjadi faktor kunci. Fokus tim adalah mengatasi tekanan, memanfaatkan kekuatan individu, dan menjaga konsistensi performa.

Selain itu, Nadeshiko juga termotivasi untuk menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kekuatan dominan di Asia. Dengan mental juara dan ambisi kuat, tim diharapkan mampu melewati semua tantangan, menghadapi lawan berat, dan kembali berdiri di podium tertinggi pada 21 Maret mendatang.

Piala Asia Wanita 2026 menjadi kesempatan bagi Jepang untuk menegaskan kembali dominasinya. Ini sekaligus memberi pesan bahwa kegagalan masa lalu hanya memacu semangat juang mereka lebih besar. Dengan kombinasi pengalaman, talenta muda, dan strategi matang, Nadeshiko siap menulis sejarah baru di kancah sepak bola wanita Asia. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di sportsinfotv.com.