Vergil Ortiz Jr. telah mendapatkan reputasi sebagai salah satu petinju paling dihindari di divisi 154 pon. Dengan rekor sempurna 23-0 (21 KO), petinju asal Texas ini kesulitan mendapatkan lawan yang bersedia menghadapinya di ring. SPORTS INFOTV, akan membahas informasi menarik mengenai tinju hari ini, simak pembahasan ini.
Banyak pemegang gelar dan petinju peringkat atas yang menolak tawaran pertarungan, menciptakan tantangan signifikan dalam pengembangan kariernya. Ortiz mengungkapkan kekecewaannya terhadap narasi yang menyebutnya menghindari pertarungan tertentu.
Fakta menunjukkan bahwa kontrak-kontrak yang dikirimkan kepada calon lawan seringkali tidak ditandatangani, meskipun timnya telah mengupayakan pertarungan terbaik. Situasi ini memaksa Ortiz untuk terus mencari lawan yang kredibel dan bersedia bertanding.
Kegagalan negosiasi dengan beberapa petinju top seperti Xander Zayas dan Jaron “Boots” Ennis memperkuat statusnya sebagai petinju yang dihindari. Bahkan upaya merebut gelar IBF dengan Bakhram Murtazaliev gagal karena persyaratan penimbangan yang dianggap tidak menguntungkan bagi Ortiz.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan Regulasi dan Hambatan Eksternal
Vergil Ortiz Jr menghadapi berbagai hambatan eksternal dalam perjalanan meraih gelar juara. Aturan penimbangan ulang IBF dengan batas rehidrasi 4,5 kg menjadi kendala khusus mengingat fisiknya yang besar. Pengalaman buruk saat mencoba menurunkan berat badan melawan Eimantas Stanionis tiga tahun lalu membuatnya enggan mengambil risiko serupa.
Masalah regulasi ini dianggap tidak menguntungkan bagi petinju dengan postur fisik seperti Ortiz. Ia menyatakan kesediaan untuk menantang Murtazaliev jika aturan penimbangan ulang dihapuskan. Pendirian ini menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan performa optimal tanpa terpaksa mengikuti regulasi yang berpotensi membahayakan.
Selain masalah regulasi, Ortiz juga menghadapi tantangan dalam hal politik tinju. Pergantian divisi dan preferensi petinju lain untuk memilih lawan yang dianggap lebih mudah menjadi faktor penghambat tambahan dalam mewujudkan pertarungan perebutan gelar.
Baca Juga: Tyson Fury Umumkan Pensiun dari Dunia Ring Tinju!
Penerimaan Tantangan oleh Erickson Lubin
Erickson Lubin muncul sebagai penantang berani yang bersedia menghadapi Ortiz pada 8 November di Dickies Arena, Fort Worth. Lubin yang memiliki rekor 27-2 (19 KO) merupakan petinju peringkat 1 IBF dan dikenal sebagai petarung yang tidak pernah menghindar dari tantangan sulit. Keputusannya menerima pertarungan ini mendapat apresiasi besar dari Ortiz.
Lubin memilih pertarungan melawan Ortiz meskipun mendapat tawaran lebih menguntungkan secara finansial untuk menghadapi Murtazaliev. Filosofi promotornya, Garry Jonas dari ProBoxTV, yang mendukung pertarungan 50-50 menjadi faktor penting dalam keputusan ini. Pengalaman Lubin melawan petinju elite seperti Jermell Charlo dan Sebastian Fundora menjadi bekal berharga.
Ortiz menyatakan penghormatan terhadap keberanian Lubin dan mengakui kualitasnya sebagai petinju kidal yang licin dan berpengalaman. Pertarungan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi kedua petinju, dengan Ortiz bertekad menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Visi dan Tekad Menuju Gelar Juara
Meskipun menghadapi berbagai rintangan, Ortiz tetap optimis dapat meraih gelar juara dunia. Ia percaya bahwa proses yang dijalaninya akan membuahkan hasil dalam bentuk kesempatan perebutan gelar yang telah lama dinantikan. Tekadnya untuk menghadapi petinju terbaik tidak pernah surut, meski harus melalui jalan yang berliku.
Ortiz berkomitmen untuk menciptakan warisan pertarungan yang akan dikenang dalam sejarah tinju. Ia ingin menghasilkan pertandingan yang tidak hanya menghibur penonton saat ini, tetapi juga menjadi bahan studi untuk generasi petinju masa depan. Visi jangka panjang ini yang mendorongnya untuk terus mencari tantangan terberat.
Dukungan dari pelatih Robert Garcia dan timnya menjadi sumber kekuatan penting. Persiapan intensif dilakukan di California Selatan dengan fokus pada pengembangan strategi menghadapi gaya kidal Lubin. Keyakinan Ortiz bahwa pertarungan berkualitas akan membawanya pada gelar juara tetap kuat, meski harus melalui proses yang lebih panjang dari perkiraan. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi mengenai berita olahraga terbaru lainnya hanya dengan klik sportsinfotv.com.